Share :

Rahasia Self Love dalam Islam oleh Maulida Mawar, santri Ponpes Shuffah Al Jama’ah | Pesantren Terbaik Tasikmalaya

rahasia self love dalam islam menurut imam al ghazali- author maulida mawar - cover eva mutiarani

Mencintai diri sendiri atau self-love sering kali menjadi topik yang banyak dibahas dalam kehidupan modern. Namun, dalam Islam, konsep mencintai diri sendiri sejatinya sudah diajarkan sejak dahulu. Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai, merawat, dan menerima diri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. 

Imam Al-Ghazali menyebutkan tingkatan cinta yang paling penting adalah dengan mencintai diri sendiri. Mengapa demikian? Karena mencintai diri sendiri berarti menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri serta menerima segala yang telah Allah berikan kepada kita.

Ada banyak langkah untuk mencintai diri sendiri, berikut kita akan bahas beberapa langkah mencintai diri sendiri yang sesuai dengan ajaran Islam:

1. Mulai dengan Mengenal Diri Sendiri

Imam Al-Ghazali pernah berkata, “Barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa mengenal diri bukan hanya upaya untuk memahami siapa kita, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Cobalah untuk menuliskan apa saja kelebihanmu, seperti bakat, keterampilan, atau sifat baik, kemudian identifikasi kekurangan yang ada untuk di evaluasi & perbaiki, tuliskan apa saja ujian yang berhasil kamu lalui & hikmah dibaliknya. Dengan cara ini kita dapat lebih mengerti dan mensyukuri apa-apa yang telah Allah anugerahkan.

2. Menerima Kekurangan Diri

Setiap manusia diciptakan Allah SWT dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang merasa kurang puas dengan dirinya sendiri, baik karena faktor fisik, kemampuan, atau keadaan tertentu. Namun, Islam mengajarkan bahwa menerima kekurangan diri adalah bagian dari ibadah hati yang mendekatkan kita kepada Allah SWT. 

Mencintai diri sendiri berarti menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita serta mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia adalah ciptaan terbaik Allah. Kekurangan yang kita lihat dalam diri sendiri seringkali hanyalah perspektif subjektif. Dalam pandangan Allah, kita telah diberikan tubuh, akal, dan ruh yang sempurna untuk menjalankan misi hidup di dunia.

Dengan menerima kekurangan diri, hal ini bukan hanya bentuk penghargaan terhadap diri sendiri tetapi juga wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya. Menyadari hikmah dibalik kekurangan serta berhenti membandingkan diri dengan orang lain akan membuat perasaan syukur kita semakin bertambah.

3. Bermuhasabah atau Evaluasi Diri

Mengenal diri juga membutuhkan muhasabah atau evaluasi diri. Muhasabah berarti menilai diri sendiri, baik dari segi perbuatan, niat, maupun pencapaian dalam menjalankan perintah Allah. Melalui muhasabah, seorang Muslim dapat memahami kekurangan, kelebihan, serta potensi yang Allah berikan untuk memaksimalkan ibadah dan amal kebaikan. Selain itu, kita juga bisa menyadari apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus dipertahankan.

4. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menimbulkan rasa iri dan kurang percaya diri. Dalam Islam, setiap orang memiliki rezeki, ujian, dan perjalanan hidup yang berbeda.

Fokuslah pada diri sendiri dan jadilah versi terbaik dari dirimu sesuai kemampuan yang Allah berikan. Jangan mengharapkan tepuk tangan orang lain, cukup apresiasi setiap kebaikan kecil yang telah kamu lakukan setiap harinya. 

5. Memperbanyak Amal Baik

Dengan memperbanyak berbuat baik memunculkan nilai positif pada diri sendiri. Memperbanyak amal baik tentunya salah satu mencintai diri sendiri agar terbiasa berbuat kebaikan. Banyak berbuat baik, banyak pula balasan baik yang akan kita dapatkan. Karena kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula, sedangkan kejahatan akan dibalas dengan kejahatan pula. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Isra Ayat 7 :

…إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri..”

Amal baik bukan hanya hal-hal yang besar, bisa kita mulai dari hal-hal yang kecil, seperti berbicara dengan sopan pada orang lain dan hal kecil lainnya.

Tentunya ada banyak cara untuk mencintai diri sendiri. Dengan mencintai diri, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga lebih dekat kepada Allah. Jadikan cinta kepada diri sendiri sebagai langkah awal untuk mencintai Allah SWT dan makhluk-Nya. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus mencintai diri dengan cara yang diridhai Allah. Aamiin.

Author : Maulida Mawar Taslimah
Cover & Layout : Eva Mutiarani

Bagikan :

Subscribe for updates

Copyright © 2025 · Shuffah Al Jama’ah · All Right Reserved