Membangun SDM Unggul di Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya dengan 5 Karakter Utama

Pondok Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter. Dalam era modern ini, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari kualitas ilmu yang disampaikan, melainkan juga dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki integritas dan komitmen tinggi. Untuk itu, pesantren ini menerapkan 5 karakter utama yang wajib dimiliki oleh setiap insan yang terlibat di dalamnya. Karakter tersebut adalah: Etikabilitas, Intelektualitas, Elektabilitas, Integritas, dan Loyalitas.

1. Etikabilitas: Merealisasikan Nilai, Norma, dan Tatakrama

Etikabilitas merupakan fondasi awal yang mendasari setiap tindakan. Bagi SDM di Pondok Pesantren Shuffah Al-Jama’ah, ini berarti menjaga etika dalam berkomunikasi, berinteraksi, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kesopanan. Dengan memiliki etikabilitas yang tinggi, setiap individu diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap santun dan menghormati sesama rekan kerja, santri, serta masyarakat sekitar. Etikabilitas ini menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan profesional, sejalan dengan nilai-nilai Islami yang dipegang teguh oleh pesantren.

2. Intelektualitas: Pola Pikir dan Pemahaman yang Mendalam

Pesantren Shuffah Al-Jama’ah senantiasa mendorong seluruh SDM-nya untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan zaman. Intelektualitas disini mencakup pola pikir yang kritis dan analitis, kecerdasan dalam menyelesaikan masalah, serta pemahaman yang baik terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi, SDM didorong untuk terus belajar dan berinovasi agar mampu menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Dengan pola pikir yang terbuka serta pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama, para pendidik dan pengurus pesantren dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan perkembangan masyarakat.

3. Elektabilitas: Jati Diri dalam Mengemban Amanah

Elektabilitas dalam konteks ini bukan sekadar popularitas, tetapi lebih kepada kemampuan SDM untuk menunjukkan jati diri yang kuat dalam mengemban amanah dan tanggung jawab. Setiap individu di Pondok Pesantren Shuffah Al-Jama’ah didorong untuk memiliki komitmen yang tinggi dan sikap profesional dalam menjalankan peran masing-masing. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan santri terhadap lembaga ini semakin terjaga, dan pesantren dapat berperan secara optimal dalam mencetak generasi yang berintegritas.

4. Integritas: Konsistensi dan Kejujuran dalam Tindakan

Integritas menjadi nilai kunci yang mengikat seluruh karakter unggul dalam SDM pesantren. Kejujuran, transparansi, dan konsistensi dalam setiap tindakan adalah landasan yang harus dimiliki oleh para pendidik, pengurus, serta seluruh elemen pesantren. Dengan integritas yang tinggi, pesantren tidak hanya mampu menjaga reputasi baik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang jujur & terpercaya, sehingga terbangun kredibilitas pesantren di mata masyarakat.

5. Loyalitas: Kepatuhan dan Kesetiaan terhadap Aturan

Nilai loyalitas mengajarkan setiap individu untuk selalu setia dan patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan, baik dalam lingkup internal pesantren maupun terhadap nilai-nilai keislaman yang menjadi pedoman hidup. Loyalitas ini menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kesatuan dan kekompakan, sehingga seluruh elemen di Pesantren Shuffah Al-Jama’ah dapat bekerja sama dalam mewujudkan visi misi pesantren untuk mencetak generasi Qurani yang beradab, beriman, dan mampu mengamalkan ilmunya.

Selaras dengan lima karakter SDM unggul tersebut, Pesantren Shuffah Al-Jama’ah juga mengedepankan tetralogi pesantren sebagai Landasan Pembentukan Generasi Qurani bagi santri. Tetralogi yang dimaksud berbunyi “Beradab, Beriman, Beramal, Membentuk Generasi Qurani.”

Dengan mengimplementasikan karakter Etikabilitas, Intelektualitas, Elektabilitas, Integritas, dan Loyalitas dalam keseharian kerja, diharapkan seluruh SDM mampu menjadi teladan dalam bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Sehingga, mereka tidak hanya berkontribusi dalam kemajuan pesantren, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan visi pesantren untuk mewujudkan generasi qurani dan menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat.

Mari bersama membangun SDM berkarakter yang beradab, beriman, beramal, dan berjiwa Qurani untuk kemajuan pesantren dan umat!

Concept Standard Operating Procedure Management (SOPM) by :
Mudirus Shuffah Ust. Hasan Yusuf, S.Pd.,M.Pd

…إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri..”

M Azmi Fahreza Raih Juara 1 Silat Tanding Putra pada ajang Kejuaraan Unper Open IV Tingkat Nasional

Alhamdulillah telah diraih Nominasi Juara pada ajang Kejuaraan Unper Open IV Tingkat Nasional pada Tanggal 07 – 09 Februari 2025 yang di adakan di GOR Siliwangi oleh :

Ananda M Azmi Fahreza sebagai delegasi dari Ponpes Shuffah Al Jama’ah Tasikmalaya.
.
Semoga dengan prestasi yang diraih tersebut menjadikan motivasi untuk mencapai cita-cita dan menjadi motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Santri Shuffah Al-Jama’ah Raih Juara di Kejuaraan Karate Al-kautsar Open se-Priangan Timur BKC

Alhamdulillah sejumlah santri Shuffah Al-Jama’ah raih Kejuaraan Karate Al-kautsar Open se-Priangan Timur BKC.

Beberapa santri yang meraih kejuaraan tersebut diantaranya;
1. Fani Febriani; Juara 1 festival kata junior Putri.
2. Tsana Zaharani Putri; Juara 2 festival kata junior Putri.
3. Haura Fatma An-Naziha; Juara 1 festival kata pemula Putri.
4. Muhammad Fadhil Ramadhan; Juara 2 festival kata perorangan pemula.
5. Muhammad Yusuf Firdaus; Juara 1 kumite pemula -50kg.
6. Muhammad Ghozi Al Eshan; Juara 1 festival kumite pemula putra -40kg.

Rahasia Self Love dalam Islam oleh Maulida Mawar, santri Ponpes Shuffah Al Jama’ah | Pesantren Terbaik Tasikmalaya

Mencintai diri sendiri atau self-love sering kali menjadi topik yang banyak dibahas dalam kehidupan modern. Namun, dalam Islam, konsep mencintai diri sendiri sejatinya sudah diajarkan sejak dahulu. Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai, merawat, dan menerima diri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. 

Imam Al-Ghazali menyebutkan tingkatan cinta yang paling penting adalah dengan mencintai diri sendiri. Mengapa demikian? Karena mencintai diri sendiri berarti menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri serta menerima segala yang telah Allah berikan kepada kita.

Ada banyak langkah untuk mencintai diri sendiri, berikut kita akan bahas beberapa langkah mencintai diri sendiri yang sesuai dengan ajaran Islam:

1. Mulai dengan Mengenal Diri Sendiri

Imam Al-Ghazali pernah berkata, “Barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa mengenal diri bukan hanya upaya untuk memahami siapa kita, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Cobalah untuk menuliskan apa saja kelebihanmu, seperti bakat, keterampilan, atau sifat baik, kemudian identifikasi kekurangan yang ada untuk di evaluasi & perbaiki, tuliskan apa saja ujian yang berhasil kamu lalui & hikmah dibaliknya. Dengan cara ini kita dapat lebih mengerti dan mensyukuri apa-apa yang telah Allah anugerahkan.

2. Menerima Kekurangan Diri

Setiap manusia diciptakan Allah SWT dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang merasa kurang puas dengan dirinya sendiri, baik karena faktor fisik, kemampuan, atau keadaan tertentu. Namun, Islam mengajarkan bahwa menerima kekurangan diri adalah bagian dari ibadah hati yang mendekatkan kita kepada Allah SWT. 

Mencintai diri sendiri berarti menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita serta mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia adalah ciptaan terbaik Allah. Kekurangan yang kita lihat dalam diri sendiri seringkali hanyalah perspektif subjektif. Dalam pandangan Allah, kita telah diberikan tubuh, akal, dan ruh yang sempurna untuk menjalankan misi hidup di dunia.

Dengan menerima kekurangan diri, hal ini bukan hanya bentuk penghargaan terhadap diri sendiri tetapi juga wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya. Menyadari hikmah dibalik kekurangan serta berhenti membandingkan diri dengan orang lain akan membuat perasaan syukur kita semakin bertambah.

3. Bermuhasabah atau Evaluasi Diri

Mengenal diri juga membutuhkan muhasabah atau evaluasi diri. Muhasabah berarti menilai diri sendiri, baik dari segi perbuatan, niat, maupun pencapaian dalam menjalankan perintah Allah. Melalui muhasabah, seorang Muslim dapat memahami kekurangan, kelebihan, serta potensi yang Allah berikan untuk memaksimalkan ibadah dan amal kebaikan. Selain itu, kita juga bisa menyadari apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus dipertahankan.

4. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menimbulkan rasa iri dan kurang percaya diri. Dalam Islam, setiap orang memiliki rezeki, ujian, dan perjalanan hidup yang berbeda.

Fokuslah pada diri sendiri dan jadilah versi terbaik dari dirimu sesuai kemampuan yang Allah berikan. Jangan mengharapkan tepuk tangan orang lain, cukup apresiasi setiap kebaikan kecil yang telah kamu lakukan setiap harinya. 

5. Memperbanyak Amal Baik

Dengan memperbanyak berbuat baik memunculkan nilai positif pada diri sendiri. Memperbanyak amal baik tentunya salah satu mencintai diri sendiri agar terbiasa berbuat kebaikan. Banyak berbuat baik, banyak pula balasan baik yang akan kita dapatkan. Karena kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula, sedangkan kejahatan akan dibalas dengan kejahatan pula. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Isra Ayat 7 :

…إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri..”

Amal baik bukan hanya hal-hal yang besar, bisa kita mulai dari hal-hal yang kecil, seperti berbicara dengan sopan pada orang lain dan hal kecil lainnya.

Tentunya ada banyak cara untuk mencintai diri sendiri. Dengan mencintai diri, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga lebih dekat kepada Allah. Jadikan cinta kepada diri sendiri sebagai langkah awal untuk mencintai Allah SWT dan makhluk-Nya. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus mencintai diri dengan cara yang diridhai Allah. Aamiin.

Author : Maulida Mawar Taslimah
Cover & Layout : Eva Mutiarani

Pesantren Shuffah Al-Jamaah Tasikmalaya Jalin Kerja Sama dengan UIN Syarif Hidayatullah

Pondok Pesantren Shuffah Al Jamaah Tasikmalaya telah menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). Acara berlangsung pada Jumat (10/1) di Jakarta.

Hadir dalam penandatanganan tersebut, Ustad Hasan Yusuf, S.Pd., M.Pd. selaku pimpinan Pondok Pesantren Shuffah Al Jamaah Tasikmalaya dan diterima oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum., CIQnR beserta jajarannya.

Kerja sama ini difokuskan pada upaya memberikan peluang kepada para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Ustad Hasan Yusuf menyampaikan bahwa langkah ini merupakan komitmen pesantren untuk mempersiapkan santri dengan masa depan yang lebih cerah. “Mengantarkan santri ke pendidikan yang lebih tinggi adalah tanggung jawab kami, agar mereka memiliki kesempatan yang lebih baik,” ujar Ustad Hasan.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora menyatakan apresiasinya atas kolaborasi ini, menekankan pentingnya sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang unggul. “Kerja sama ini menjadi langkah bersama untuk memadukan nilai-nilai Islami dengan keunggulan akademik,” tuturnya.

Baca Juga: Rancang Baterai Kendaraan Listrik, Tim Peneliti UIN Ar-Raniry Raih Dana Hibah 5 Miliar

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program studi tour ke kampus, yang merupakan bagian dari Program Beasiswa Santri Baznas 2024. Para santri diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan fasilitas kampus. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara santri dengan para dosen Fakultas Adab dan Humaniora.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi para santri, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara pesantren dan perguruan tinggi dalam menghasilkan generasi Islami yang berkompeten di tingkat nasional maupun internasional.

Sumber : MINA News

Campus Tour Beasantri BAZNAS 2025 Kunjungi Kampus Unggulan Jakarta – Bandung

Ponpes Shuffah Al-Jama’ah sukses menggelar kegiatan Campus Tour Program Beasiswa Santri BAZNAS 2024-2025 selama 2 hari 2 malam (09-11/01/25). Kegiatan ini diikuti oleh para santri kelas XII penerima beasiswa, dengan tujuan memberikan wawasan, pengalaman serta memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam Campus Tour kali ini, para santri mengunjungi sejumlah kampus unggulan yang berada di Jakarta-Bandung. Diantara kampus yang dikunjungi yaitu :
1. STAI Al-Fatah (Cileungsi, Bogor)
2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
3. UPI Bandung
4. ITB Bandung
5. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
6. Universitas Padjajaran
 
Selama Campus Tour di STAI Al-Fatah, santri menerima sambutan hangat dari Pembina & Penasehat Jaringan Pesantren Al Fatah Se-Indonesia, KH. Yakhsallah Mansur MA. Para santri diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan fasilitas kampus. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara santri dengan para dosen Fakultas Adab dan Humaniora di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Terimakasih banyak kepada Beasiswa Santri BAZNAS yang telah memberikan kami kesempatan untuk dapat merasakan bagaimana proses menuju perkuliahan. Dengan mengunjungi beberapa kampus unggulan, membuat kami lebih bersemangat lagi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Aina salah satu santri Shuffah Penerima Beasiswa BAZNAS.

Ini memberikan experience yang sangat luar biasa bagi para santri. Dengan memasuki dunia perkuliahan, akan ada banyak pintu yang terbuka untuk meraih kesuksesan dan berkontribusi dalam memajukan Indonesia.

Gallery Foto

Forum Group Discussion Beasantri BAZNAS: Tingkatkan Mimpi Menuju Kampus Impian

(Tasikmalaya, Shuffah) — Ponpes Shuffah Al-Jama’ah gelar Forum Diskusi Grup dengan tema “Raise your dreams towards your dream campus!” Forum Diskusi ini merupakan realisasi perpanjangan tangan dari program sosialisasi beasiswa Santri BAZNAS 2024/2025. (Rab, 08/01/25)

Acara digelar di Aula Adjiji Fakhrurrozi Pesantren dengan diikuti oleh seluruh santri Kelas XII yang berjumlah 25 santri. Pesantren mengundang sejumlah alumni & pengurus yang berkuliah di Universitas Negeri & Swasta sebagai pengisi materi kegiatan.

Poin inti yang disampaikan adalah pengenalan profil kampus, sejarah & visi misi, fasilitas & layanan, prospek karir, beasiswa yang tersedia, serta lingkungan belajar.

Beberapa pengisi materi acara ini diantaranya adalah:
1. Salman Nur Aslam; Mahasiswa Universitas Siliwangi
2. Arif Rahman; Mahasiswa STMIK DCI Tasikmalaya
3. Hasna Nurfadhilah; Mahasiswi Univ. Negeri Yogyakarta
4. Iyin Rahmawati; Mahasiswi UPI Tasikmalaya
5. Nilam Cahya; Mahasiswi Univ. Islam Darussalam
6. Firda Faridatunnisa; Mahasiswi STAI Al Fatah Cileungsi
7. Fitriani; Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ikuti Long March BSP, Shuffah Al-Jama’ah: Dukungan Nyata untuk Kumandangkan Pembebasan Palestina

(Tasikmalaya, Shuffah) — Dalam rangkaian kegiatan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2024, segenap santri, para pengajar, alumni Ponpes Shuffah Al-Jama’ah dan masyarakat Niyabah Tasikmalaya ikut serta dalam kegiatan Long March yang digelar oleh Aqso Working Group, Minggu (17/11/2024).

Aksi Long March tersebut bukan hanya simbol, tetapi sebuah pernyataan iman dan komitmen yang tulus untuk meningkatkan literasi tentang perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis, serta meningkatkan solidaritas kemerdekaan Palestina, sebagaimana tema utama BSP tahun ini, “Urgensi Literasi dan Edukasi untuk Pembebasan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa”.

Oleh karena itu, harapannya aksi kali ini dapat menjadi trigger, pemicu untuk menggelorakan aksi pembelaan kita terhadap Palestina, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli, tidak hanya kepada Palestina, tetapi juga kepada semua isu kemanusiaan di dunia.

Para peserta dengan lantang meneriakkan yel-yel Perjuangan Gozwah Fathul Aqso, yang berbunyi :
Mari bebaskan Al Aqso
Jangan ragu dan jangan bimbang
Ini adalah kewajiban
Yang harus dipikul setiap ikhwan
Ayo” Jangan ragu” Tuk bebaskan Al Aqso
Bersatu padu dalam satu wadah, Jama’ah muslimin Hizbullah

10 Santri Shuffah Al-Jama’ah Raih Juara KARATE BKC KADISPARPORA CUP

Alhamdulillah Selamat & Sukses kepada 10 santri Shuffah Al-Jama’ah  peraih MEDALI DOJO ASKADO dalam Kejuaraan KARATE BKC KADISPARPORA CUP Kabupaten Tasikmalaya yang terselenggara pada tanggal 26 – 27 Oktober 2024 di Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya.

Berikut daftar santri yang meraih kejuaraan tersebut:

1. M Yusuf Firdaus = Juara 1 mendali emas🥇 Kata Perorangan Kadet Putra
2. Fadhil Ramadhan = Juara 1 mendali emas🥇 Kata perorangan kadet putra
3. Fadhil Syafiqul Irsyad = Juara 2 mendali perak🥈 Kata Perorangan Kadet Putra
4. Tsana Zaharani Putri = Juara 2 mendali perak 🥈Kata Perorangan Under 21 Putri
5. Muhammad Ghozi = Juara 1 mendali emas 🥇 Kumite Pemula -40kg Putra
6. Ahmad Yasir Rahmat = Juara 1 mendali emas 🥇 Kumite Pemula -40kg Putra
7. Fauzan Adzima Nashrul Haq = Juara 1 mendali emas 🥇 Kumite Kadet +70kg Putra
8. Rakha Abdul Aziz= Juara 2 mendali perak🥈 Kumite Kadet +70kg Putra
9. Roihan Firdaus = Juara 2 mendali perak🥈 Kumite U21 -60kg Putra
10. Moch Rafli = Juara 1 mendali emas 🥇 Kumite U21 -60kg Putra

Semoga dengan ini bisa memotivasi santri shuffah agar lebih aktif, tidak hanya di Pondok, melainkan di kalangan masyarakat juga.

16 Santri Shuffah Al-Jama’ah Raih Juara IPSI CUP IX Tasikmalaya

Alhamdulillah Selamat & Sukses kepada 16 santri Shuffah Al-Jama’ah peraih juara dalam Perlombaan IPSI CUP IX Kota Tasikmalaya Intivitasi Tingkat Pelajar dan Perguruan Tahun 2024.

Berikut daftar santri yang meraih kejuaraan tersebut diantaranya:

Kejuaraan pencak silat IPSI CUP IX Kota Tasikmalaya 2024
Pra remaja
1. Luthfi Abdul Rosyid juara 2 kelas G
2. M Ardi Pratama juara 3 kelas G
3. M Syafiq Muslim juara 3 kelas D
4. Raaiq Muqofi juara 3 kelas D
5. Hamzah M Radif juara 3 kelas H
6. Azam Fadillah juara 2 kelas G
7. Rizki Maulana juara 2 kelas F
8. Luthfi Abdul Aziz juara 3 kelas F
9. Bilqis Zahratun Nafisa juara 2 kelas G
10. Fahira Ayu Natasa juara 2 kelas H
11. M Sulthon Nasir juara 1 kelas H

Remaja
1. Muhammad Azmi juara 1 kelas I
2. Bilal Gaza Al-Fatih juara 3 kelas D
3. Naufal Dafa M juara 3 kelas E
4. Haidir Febriansyah juara 3 kelas C
5. Azani Ukhti Suandi juara 3 kelas D

Semoga dengan ini bisa memotivasi santri shuffah agar lebih aktif,tidak hanya di Pondok, melainkan di kalangan masyarakat juga.

Copyright © 2025 · Shuffah Al Jama’ah · All Right Reserved